Aplikasi

Rumus Hukum Newton 1,2,3, Penjelasan, Unsur dan Contoh Kasus

KSDA Jateng – Hukum Newton, apakah kamu pernah mendengar kata Newton? Seperti yang kita tahu, kita sudah dikenalkan dengan Hukum Newton. Mulai dari bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Seiring berjalannya waktu materi pembelajaran terus meningkat.

Kajian mengenai ilmu fisika ini sangatlah penting, kenapa? Itu karena Hukum ini akan berguna dalam kehidupan sehari – hari. Yang mana hukum ini bisa dengan mudah menyelesaikan masalah fisika yang berkaitan dengan gerak benda.

Mendengar kata Newton pasti kalian langsung terpikir dengan Fisika. Ya betul, Newton atau yang kita kenal dengan Sir Isaac Newton adalah seorang ilmuan yang berhasil menemukan hukum gerak benda. Hukum ini dikenal dengan Hukum Newton.

Sir Isaac Newton disebut sebagai Bapak Newton karena penemuannya tentang hukum gerak benda. Hukum gerak benda (Hukum Newton) adalah hukum mengenai gerak yang menjadi dasar hukum dari dinamika. Hukum ini merumuskan hubungan gaya terhadap pengaruh gerak suatu benda.

Rumus – rumus ini dikenal dengan sebutan Hukum 1 Newton, Hukum 2 Newton, dan Hukum 3 Newton. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai tiga Hukum Newton dan penerapannya di kehidupan sehari hari. Simak baik – baik ya gais!

Penjelasan Tentang Hukum Newton

Sebelum lanjut, kamu harus mengetahui terlebih dahulu kalau Hukum Newton itu ada 3. Dimana masing-masing hukumnya memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan sehari – hari yang dapat dihitung dengan rumus.

Hukum ini ditemukan oleh ilmuan bidang fisika yang kita kenal dengan Sir Isaac Newton. Ketiga hukum yang ditemukan itu berkaitan dengan pengaruh gaya pada suatu benda yang bergerak. Jadi apa itu Pasal Newton?

Hukum gerak benda atau Pasal Newton ini merupakan hukum dasar dinamika dengan merumuskan pengaruh gaya terhadap gerak suatu benda.

Rumus ini sekarang dikenal dengan Hukum 1 Newton, Hukum 2 Newton , dan Hukum 3 Newton.

Bunyi Hukum 1 Newton

“Pada saat resultan gaya bernilai sama dengan nol, maka benda yang dalam keadaan diam akan tetap diam. Dan juga benda yang dalam keadaan bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan”.

Bagaimana sih maksudnya? Jadi maksud dari Hukum 1 Newton ini memiliki kaitan dengan sifat kelembaman suatu benda. Bisa jelasin lebih detail? Ya bisa dong!. Sifat kelembaman benda atau yang dikenal dengan Inersia adalah sifat dari suatu benda untuk mempertahankan keadaannya.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa pada Hukum 1 Newto ini menjelaskan keadaan setiap benda yang diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak akan tetap bergerak. Hal ini memungkinkan selama tidak adanya resultan gaya yang diberikan atau gaya yang bekerja pada benda tersebut.

Oleh karena resultan gaya yang bekerja pada benda itu sama dengan nol, maka Hukum ini bisa dituliskan dengan persamaan ∑F=0. Hukum ini menunjukkan bahwa resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol.

Maka dari itu benda yang diam selamanya akan tetap diam. Sedangkan benda yang bergerak lurus beraturan selamanya akan bergerak lurus beraturan.

Dengan begitu pada Pasal 1 Newton, percepatan benda berbanding lurus terhadap gaya yang bekerja pada benda itu. Dan percepatan berbanding terbalik dengan massa benda tersebut.

Hukum ini memiliki sifat yang cenderung mempertahankan keadaannya dengan sifat kelembaman. Maka inilah alasan kenapa Pasal 1 Newton disebut dengan Rumus Kelembaman.

Momen inersia pada Pasal 1 Newton ini memiliki beberapa jenis, misalnya momen inersia massa, momen inersia linear, dan momen inersia kutub.

Bunyi Hukum 2 Newton

“Perubahan kecepatan yang terjadi oleh gaya yang bekerja pada sebuah benda, berbanding lurus dengan besar gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda”.

Pasal 2 Newton ini berkaitan dengan benda yang bergerak. Di mana gaya yang diberikan dan massa benda tersebut diperhitungkan.

Hukum ini menjelaskan bahwa ketika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda itu tidak sama dengan nol. Jadi bisa diartikan bahwa benda ini bergerak dengan percepatan tertentu. Yang berarti benda tersebut memiliki percepatan.

Jika dituliskan secara matematis, Hukum 2 Newton ini dapat ditulis dengan persamaan.

a = ∑F / m

Dengan a adalah percepatan benda (m/s^2), F adalah gaya yang bekerja pada benda (N atau kg.m/s^2), dan m adalah massa benda (kg).

Dengan begitu kita tahu bahwa percepatan akan berbanding lurus dengan gaya yang bekerja pada benda dan juga akan berbanding terbalik dengan massa bendanya.

Berarti, semakin besar gaya yang bekerja pada benda, maka percepatan benda juga akan semakin besar. Tetapi, semakin besar massa suatu benda, maka percepatannya akan semakin kecil.

Pada Pasal Newto kedua, gaya suatu benda akan menjadi sema besar kalau diberikan gaya yang searah dengan laju benda tersebut. Tetapi sebaliknya, kalau diberikan gaya yang berlawanan maka laju benda itu akan semakin melambat.

Bunyi Hukum 3 Newton

“Pada saat benda yang satu memberikan sebuah gaya (gaya aksi) ke benda yang kedua. Maka benda kedua itu akan memberikan gaya juga (gaya reaksi) yang besarnya sama dengan benda pertama tapi arahnya yang berbeda”.

F aksi = – F reaksi

Hukum 3 Newton ini memiliki kaitan dengan gaya aksi dan reaksi. Maksudnya bagaimana?

Jadi, setiap benda yang diberikan gaya aksi, maka benda tersebut akan memberikan gaya reaksi kembali yang sama besar. Akan tetapi, arahnya berlawanan dengan gaya aksi.

Pasal Newto ketiga ini menjelaskan setiap aksi memiliki konsekuensi memunculkan reaksi, atau kita kenal dengan sebab dan akibat.

Rumus Hukum Newton

Rumus Hukum 1 Newwton atau yang dikenal dengan hukum kelembaman
∑F = 0 atau Resultan Gaya (kg.m/s^2).

Rumus Hukum 2 Newton
F = m.a
Demgan :
F : Gaya (N)
m : Massa benda (kg)
a : Percepatan (m/s^2)

Rumus Hukum 3 Newton ditulis dengan persamaan
F aksi = – F reaksi
Karena bentuk aksi dan reaksi bisa berwujud lain, maka rumus Hukum 3 Newton dibagi menjadi tiga jenis.

1. Rumus gaya berat : w = m.g. Dengan w : gaya berat (N), m : massa benda (kg), g : percepatan gravitasi bumi (m/s^2)

2. Gaya gesek : Fgesek = u x N. Dengan Fg : gaya gesek (N), u : koefisien gesekan, N : gaya normal (N).

3. Gaya berat jenis : s = p x g. Dengan s : berat jenis (N/m^3), p : massa jenis (kg/m^3), g : berat benda (N).

Unsur-Unsur Pada Hukum Newton

Hukum ini berkaitan dengan ilmu fisika yang lebih luas dan ditemukan pada suatu teori baru untuk mendapatkan persamaan tertentu. Berikut adalah unsur-unsur pada Pasal Newton.

1. Gaya

Gaya merupakan bentuk dorongan atau tarikan yang membuat suatu benda terhadap benda yang lain. Dalam sistem MKS, satuan gaya adalah Newton (N), sedangkan dalam sistem CGS, satuan gaya adalah dyne.

Gaya bisa diukur langsung dengan neraca pegas yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk pada neraca pegas. Pada gaya, ada dua macam gaya yang perlu kamu ketahui yaitu, gaya sentuh dan gaya tak sentuh.

Gaya sentuh ialah bentuk gaya yang bekerja karena adanya sentuhan pada benda. Sebagai contoh dari gaya sentuh adalah gaya otot dan gaya gesek. Sedangkan gaya tak sentuh ialah bentuk gaya yang bekerja tanpa adanya sentuhan pada benda. Sebagai contoh dari gaya tak sentuh adalah gaya gravitasi bumi dan gaya listrik.

Lanjutan Gaya

Di bawah ini adalah jenis-jenis gaya yang berkaitan dengan Hukum Newton.

1. Gaya Berat Benda (w)

Gaya berat merupakan gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda dengan rumus w = m.g
Dengan m : massa benda dan g : percepatan gravitasi bumi (g = 10 m/s^2).

2. Gaya Normal (N)

Gaya normal ialah gaya sentuh yang bekerja tegak lurus terhadap bidang tertentu apabila dua benda itu saling bersentuhan.

3. Gaya Gesek (f)

Gaya gesek diartikan sebagai gaya yang berlawanan arah dengan arah gerak suatu benda. Di kehidupan dua jenis gaya gesekan, yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis.

Gaya gesek statis (fs) adalah gaya gesek ketika benda diam. Sedangkan gaya gesek kinetis (fk) adalah gaya gesek yang muncul ketika benda bergerak.

Dikehidupan, ada gaya gesek yang merugikan, contohnya adalah gesekan antar permukaan mesin yang membuatnya menjadi cepat aus. Ada juga gesekan udara dengan kendaraan yang membuatnya menjadi melambat.

Akan tetapi, ada pula gaya gesek yang menguntungkan, contohnya adalah gesekan antara jalanan dengan alas kaki membuat kita tidak mudah terpeleset.

Dan juga ada gesekan antara jalan dengan ban mobil yang membuatnya menjadi tidak slip ketika berjalan.

4. Tegangan Tali (t)

Tegangan tali adalah gaya tegang yang bekerja pada ujung tali. Gaya tegang pada kedua ujung tali memiliki nilai yang sama besar dengan berat diabaikan.

2. Kelajuan dan Kecepatan

Di ilmu fisika, kelajuan dan kecepatan memiliki arti yang lain, yaitu kelajuan ialah cepat atau lambatnya suatu benda bergerak yang memiliki besaran skalar.

Sedangkan arti dari kecepatan ialah cepat atau lambatnya perubahan posisi dari benda pada waktu tempuh tertentu dengan memiliki besaran vektor.

Dengan begitu, kamu akan salah besar jika menyamakan kelajuan dan kecepatan pada ilmu fisika. Pada perumusannya, kelajuan berarti jarak dibagi dengan waktu. Sedangkan arti Kecepatan adalah perpindahan dibagi dengan waktu.

Di sini keduanya digunakan karena hukum ini memiliki kaitannya dengan benda yang bergerak dan yang pasti memiliki kelajuan.

3. Massa dan Berat

Massa berarti ukuran kelembaman dari suatu benda atau “jumlah zat” pada suatu benda. Sedangkan berat ialah gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda untuk bergerak.

Sebagai contoh saat kamu membawa batu ke bulan, ukuran benda tersebut tetpa sama tetapi beratnya akan berkurang.

Hubungan antara berat dan massa bisa dilihat dengan massa tertentu yang jatuh bebas ke bumi.

FAQ

Newton, apakah kamu pernah mendengar kata Newton? Seperti yang kita tahu, kita sudah dikenalkan dengan Hukum Newwton. Mulai dari bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Seiring berjalannya waktu materi pembelajaran terus meningkat.

Kajian mengenai ilmu fisika ini sangatlah penting, kenapa? Itu karena Hukum ini akan berguna dalam kehidupan sehari – hari. Yang mana hukum ini bisa dengan mudah menyelesaikan masalah fisika yang berkaitan dengan gerak benda.

Mendengar kata Newton pasti kalian langsung terpikir dengan Fisika. Ya betul, Newton atau yang kita kenal dengan Sir Isaac Newton adalah seorang ilmuan yang berhasil menemukan hukum gerak benda. Hukum ini dikenal dengan Hukum Newton.

Sir Isaac Newton disebut sebagai Bapak Newton karena penemuannya tentang hukum gerak benda. Hukum gerak benda (Hukum Newton) adalah hukum mengenai gerak yang menjadi dasar hukum dari dinamika. Hukum ini merumuskan hubungan gaya terhadap pengaruh gerak suatu benda.

Rumus – rumus ini dikenal dengan sebutan Hukum 1 Newton, Hukum 2 Newton, dan Hukum 3 Newton. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai tiga Pasal Newton dan penerapannya di kehidupan sehari hari. Simak baik – baik ya gais!

Apa Itu Hukum Newton?

Hukum ini ditemukan oleh ilmuan bidang fisika yang kita kenal dengan Sir Isaac Newton. Ketiga hukum yang ditemukan itu berkaitan dengan pengaruh gaya pada suatu benda yang bergerak. Jadi apa itu Pasal Newton?

Hukum  ini dikenal dengan hukum gerak benda merupakan dasar dinamika dengan merumuskan pengaruh gaya terhadap gerak suatu benda. Rumus ini sekarang dikenal dengan Hukum 1, Hukum 2, dan Hukum 3 Newto.

Hukum gerak benda (Newton) adalah hukum mengenai gerak yang menjadi dasar hukum dari dinamika. Hukum ini merumuskan hubungan gaya terhadap pengaruh gerak suatu benda.

Apa Saja Bunyi Hukum Newton?

Bunyi Hukum 1 Newton
“Benda yang diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan, apabila resultan gaya yang bekerja pada benda itu sama dengan nol”.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa pada Hukum 1 Newto ini menjelaskan keadaan setiap benda yang diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak akan tetap bergerak.

Bunyi Hukum 2 Newton
“Perubahan kecepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada sebuah benda, berbanding lurus dengan besar gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda”.

Hukum ini berkaitan dengan benda yang bergerak. Di mana gaya yang diberikan dan massa benda tersebut diperhitungkan.

Jika dituliskan secara matematis, dapat ditulis dengan persamaan.

a = ∑F / m

Dengan a adalah percepatan benda (m/s^2), F adalah gaya yang bekerja pada benda (N atau kg.m/s^2), dan m adalah massa benda (kg).

Bunyi Hukum 3 Newton
“Disaat benda yang satu memberikan sebuah gaya (gaya aksi) ke benda kedua. Maka benda kedua itu akan memberikan gaya juga (gaya reaksi) yang besarnya sama dengan benda pertama tapi arahnya yang berbeda”.

F aksi = – F reaksi

Hukum ini memiliki kaitan dengan gaya aksi dan reaksi. Maksudnya bagaimana?

Jadi, setiap benda yang diberikan gaya aksi, maka benda tersebut akan memberikan gaya reaksi kembali yang sama besar. Akan tetapi, arahnya berlawanan dengan gaya aksi.

Akhir Kata

Sekian pembahasan mengenai Pasal Newton. Kami harap ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih sudah membaca di artikel kami. Sampai Jumpa di pembahasan berikutnya!

Baca artikel menarik lainnya:

KSDA Jateng adalah portal berita dan informasi terbaru Jateng. Situs ini memiliki visi untuk memberikan informasi yang akurat, terkini, dan bermanfaat bagi masyarakat Jateng.
Back to top button