Aplikasi

Knowledge Management System Menurut Para Ahli dan Contoh

KSDA Jateng – Knowledge Management System atau sering disingkat KMS termasuk hal yang sangat perlu untuk diketahui oleh para pebisnis. Para pebisnis yang dapat memahami sistem KMS dengan baik, maka usahanya bisa lebih berkembang. Tentu hasil akhirnya adalah bisnis yang makin baik.

Sebenarnya dalam berbisnis memang ada banyak sekali hal yang perlu diperhatikan agar bisnis selalu berjalan dan tak kolaps. Namun hal paling penting untuk diperhatikan para pebisnis adalah manajemen bisnisnya. Sebab manajemen yang baik akan selalu menghasilkan bisnis yang lancar.

Ada banyak ilmu untuk mempelajari manajemen bisnis yang baik. Yang mana semua ilmu tersebut terhimpun dalam Knowledge Management System atau KMS tersebut. Kalau diri mu belum mengenal KMS dengan baik, kamu perlu simak artikel yang membahas KMS kali ini dengan baik.

Kenali Seluk Beluk Knowledge Management System Atau KMS

Berbisnis sering kali menjadi pilihan banyak orang saat ini, terutama para anak muda. Kegiatan berbisnis memang kegiatan yang menyenangkan dan memperkaya pengalaman.

Keseruan dalam berbisnis tentu saja terletak pada pengelolaan perusahaan. Di mana saat berbisnis, pengelolaan perusahaan kamu sepenuhnya ada di tangan kamu. Selain itu, banyaknya pengalaman menarik dalam berbisnis juga bisa menjadi pengalaman berharga untuk kamu.

Namun walau ada banyak hal yang menyenangkan dalam berbisnis, berbisnis juga penuh dengan tantangan. Apa lagi di era persaingan bisnis yang semakin ketat seperti sekarang, tentu saja mempertahankan bisnis menjadi hal yang sulit.

Untuk dapat bersaing dengan brand dan bisnis serupa, kamu tentu saja harus pandai – pandai mengelola bisnis kamu. Pengelolaan bisnis yang tepat dapat membuat bisnis kamu bertahan di era persaingan bisnis yang ketat.

Untuk mengelola bisnis dengan baik, tentunya kamu harus tau ilmu mengelola bisnis yang tepat. Jika tidak, dalam pelaksanaannya, kamu mungkin saja melakukan kesalahan.

Ada banyak ilmu dalam pengelolaan bisnis yang perlu untuk kamu tau. Semua informasi mengenai pengelolaan bisnis yang baik terhimpun dalam Knowledge Management System atau KMS.

KMS sendiri dikenal sebagai upaya atau strategi yang digunakan untuk menjaga perkembangan bisnis dari berbagai ancaman.kebangkrutan. Tentunya sebelum menemukan strategi, seseorang harus bisa menganalisis kondisi pasar dan target pasar mereka dengan baik.

KMS harus diketahui oleh semua anggota di dalam bisnis. Hal ini dilakukan agar semua orang yang terikat pada satu bisnis sama – sama memahami cara manajemen yang baik.

Pengamalan KMS dilakukan dengan tujuan utama meningkatkan produktifitas dari para pegawai bisnis tersebut. Tentunya melakukan hal ini harapannya agar produktifitas pegawai punya impac atau dampak yang signifikan untuk bisnis tersebut.

Dengan pengamalan KMS atau Knowledge Management System yang baik, sebuah bisnis dapat berkembang pesat. Karena itu, semua pebisnis perlu untuk memahami sistem KMS ini.

Kupas Tuntas Segala Jenis Pengetahuan Yang Ada Pada Knowledge Management System

Sebagai sebuah hal penting yang harus dimiliki oleh bisnis, KMS sangat penting dipahami pebisnis. Tentunya memahami KMS tak hanya sekadar paham mengenai pengertian KMS ini.

Memahami KMS artinya benar – benar mengerti semua hal dan komponen yang berkaitan dengan KMS. Kalau kamu sudah paham segala hal mengenai KMS barulah kamu bisa mengimplementasikan KMS secara maksimal dalam bisnis kamu.

Dari berbagai hal yang mesti kamu ketahui mengenai KMS. Jenis – jenis pengetahuan dalam KMS adalah hal utama yang harus kamu pahami.

Dengan kamu paham mengenai jenis pengetahuan KMS, kamu bisa paham bagaimana cara kamu memanajemen perusahaan kamu. Apa sudah maksimal atau masih kurang maksimal.

Secara umum, jenis pengetahuan dalam KMS sendiri ada dua macam. Kalau kamu penasaran, ini dia dua jenis pengetahuan dalam KMS yang perlu untuk kamu pahami dengan baik.

1. Pengetahuan Berjenis Tacit

Jenis pertama dari pengetahuan dalam KMS yang perlu untuk kamu tau adalah oengetahuan berjenis tacit. Pengetahuan berjenis tacit ini juga memiliki nama lain, loh, yaitu pengetahuan berjenis know – how.

Seseorang yang memiliki pengetahuan berjenis tacit atau know – how ini masih sangat sulit untuk menyampaikan pengetahuannya. Ini memang karena sifat dari pengetahuan tacit yang masih abstrak dan sulit diungkapkan.

Kesulitan pengungkapan pengetahuan bersifat tacit ini disebabkan karena sumber dari pengetahuan itu sendiri. Sumber pengetahuan tacit atau know – how ini masih bersifat belum pasti. Contoh sumber tacit seperti pengalaman pribadi dari seseorang dan intuisi seseorang.

2. Pengetahuan Berjenis Explicit

Jenis lain dari pengetahuan dalam Knowledge Management System adalah pengetahuan berjenis Explicit. Ternyata, pengetahuan explicit ini juga memiliki nama lain, yaitu pengetahuan yang berjenis know – what.

Pengetahuan berjenis explicit atau know – what ini ternyata merupakan jenis pengetahuan yang lebih mudah dipahami. Tentunya hal ini dibandingkan dengan jenis pengetahuan tacit atau know – how tadi.

Karena merupakan jenis pengetahuan yang mudah dipahami. Maka seseorang yang memiliki pengetahuan berjenis explicit akan lebih mudah mengomunikasikan ilmunya pada orang lain.

Selain itu, karena mudahnya menjelaskan pengetahuan berjenis explicit ini. Maka pengetahuan berjenis explicit tersebut dapat dengan sangat mudah dijelaskan lewat media apa pun. Bahkan pengetahuan berjenis explicit ini mudah dikelola lewat manajemen knowledge system.

Kenali Komponen – Komponen Yang Membentuk Knowledge Management System

 

Perkembangan Knowledge Management System yang dibutuhkan setiap bisnis tentu saja tak bisa terjadi begitu saja. Pembentukan KMS di lingkungan bisnis dan industri terbentuk secara perlahan – lahan dan berkesinambungan.

Setelah KMS terbentuk secara sempurna, barulah bisnis mampu bertahan dari berbagai gempuran pesaing bisnis. Tentunya ini yang diharapkan oleh para pebisnis mana pun.

Dalam pembentukan KMS pada sebuah bisnis, ada banyak komponen yang bergabung. Nah, berikut ini merupakan berbagai komponen yang bergabung dan membentuk KMS pada perusahaan.

1. Komponen Pertama: Orang

Dalam Knowledge Management System, komponen utama yang membentuknya adalah orang atau people. Komponen ini merupakan komponen yang paling penting, sebab komponen pertama ini yang menyebarkan pengetahuan di perusahaan.

Orang atau people tugasnya adalah menyebarkan pengetahuan dan informasi. Tentunya agar pengetahuan di perusahaan dan sebuah bisnis bisa berkembang, maka perlu konsistensi dari people atau orang – orangnya.

2. Komponen Kedua: Proses

Komponen kedua dari perkembangan KMS dalam bisnis adalah proses. Tanpa adanya proses, maka tak akan ada perkembangan dari KMS pada bagian perusahaan atau bisnis tersebut.

Ada banyak jenis dan cara pengembangan proses KMS pada perusahaan. Contohnya seperti pengembangan strategi bisnis. Selain itu, dalam pengenbangan proses, juga kerap terjadi keselarasan prinsip dan proses manajemen bisnis.

3. Komponen Ketiga: Teknologi

Technology atau teknologi merupakan komponen ketiga dari Knowledge Management System. Tentunya komponen ketiga dalam KMS ini juga perlu untuk kamu pahami. Kalau kamu memahami komponen ketiga ini, tentu kamu makin paham dengan KMS ini.

Jadi, komponen ketiga yang berupa teknologi ini adalah media dari pengembangan KMS tersebut. Sehingga untuk menggerakan komponen ketiga dari KMS ini memerlukan orang – orang yang sangat profesional atau kompeten.

Agar teknologi ini bisa diimplementasikan dalam perusahaan atau sebuah bisnis. Maka bisnis atau perusahaan harus menyediakan berbagai alat untuk memfasilitasi perkembangan teknologi tersebut. Misalnya dengan menyediakan alat melakukan komunikasi dan berkolaborasi dengan pekerja lain.

Dalam bidang Knowledge Management System sendiri, teknologi ini memiliki peran yang sangat penting. Sebab teknologi berperan sebagai pendorong orang – orang untuk melakukan tugasnya dalam bisnis tersebut.

Yuk Cermati Siklus Terbentuknya Knowledge Management System

Selain memiliki komponen yang harus dipenuhi, KMS juga memiliki siklusnya tersendiri. Siklus dari Knowledge Management System harus dipenuhi dengan baik, barulah bisa terjadi KMS yang baik pula.

Ada banyak manfaat jika kamu menerapkan sistem KMS untuk perusahaan atau bisnis kamu. Misalnya saja KMS dapat membantu kamu meningkatkan kinerja pegawai, meningkatkan kolaborasi dengan sesama pegawai. Bahkan sistem KMS juga mampu mengoptimalkan kinerja bisnis.

Penerapan Knowledge Management System dapat membantu sebuah bisnis bertahan di era banyaknya persaingan bisnis. Dengan begitu, KMS akan memperkecil kemungkinan bangkrut sebuah bisnis akibat diterjang oleh pesaing bisnis tersebut.

Jika salah satu siklus dari KMS terputus, tentu saja KMS tak akan mungkin bisa terjadi. Untuk itu, para pebisnis juga perlu memahami bagaimana situs yang baik dari Knowledge Management System ini.

Lalu apa saja sebenarnya siklus dari KMS? Untuk kamu yang mau tau bagaimana siklus dari sebuah Knowledge Management System, berikut adalah penjelasannya.

1. Siklus Pertama: Identifikasi

Pembentukan KMS dimulai pertama kali dengan identifikasi. Pada proses ini segala pengetahuan yang bisa dipakai diidentifikasi dan dikumpulkan oleh pebisnis.

Bentuk pengetahuan yang dikumpulkan boleh apa saja. Boleh pengetahuan yang tercetak atau tidak. Yang penting semuanya berhubungan dengan bisnis tersebut.

Jika masih dirasa kurang, identifikasi tetap harus selalu dilakukan. Kamu bisa melakukan identifikasi dengan berdiskusi maupun dengan bertukar pikiran dengan sesama pekerja.

2. Siklus Kedua: Pembuatan

Setelah kamu melakukan identifikasi apa saja ilmu pengetahuan yang dibutuhkan. Maka kamu siap masuk dalam siklus kedua dari Knowledge Management System, yaitu pembuatan.

Sesuai dengan namanya, siklus pembuatan ini adalah siklus merancang kumpulan informasi tadi jadi informasi baru. Tentunya sesuai dengan apa yang perusahaan atau bisnis tersebut butuhkan.

Kamu bisa menemukan banyak contoh dari penerapan siklus kedua KMS ini. Misalnya dengan adanya diagram alir yang menjelaskan sistem kerja perusahaan.

3. Siklus Ketiga: Penyimpanan

Siklus ketiga dari pembentukan MKS adalah penyimpanan informasi. Walau penyimpanan informasi terdengar sederhana, namun proses ini adalah proses yang penting untuk dilakukan.

Informasi perusahaan harus disimpan dengan baik oleh semua orang yang bekerja dengan perusahaan. Tentunya penyimpanan yang baik dapat menghindarkan informasi berharga milik perusahaan jatuh ke tangan pesaing perusahaan.

4. Siklus Keempat: Pembagian

Keempat, siklus selanjutnya dari MKS adalah pembagian informasi perusahaan. Pembagian informasi ini adalah tahapan yang penting dari terbentuknya MKS. Sebab pembagian informasi yang tepat dapat mempermudah segala hal dalam perusahaan.

Informasi harus dibagikan secara benar pada seluruh anggota. Untuk membagikan informasi ini dapat digunakan beragam benda dan media. Contohnya saja seperti penggunaan aplikasi WhatsApp untuk membagikan informasi penting perusahaan pada semua pekerja.

5. Siklus Kelima: Tahap Penggunaan

Semua informasi yang sudah dihimpun dan dibagikan pada semua anggota perusahaan, tentu saja harus coba digunakan. Dengan begitu, kamu bisa tau bagaimana hasil penerapan semua informasi tersebut, apa baik atau tidak.

Pada tahap penggunaan ini, semua informasi digunakan untuk beragam hal. Mulai dari memecahkan berbagai macam masalah perusahaan sampai dengan meningkatkan kinerja perusahaan.

6. Siklus Keenam: Pembelajaran

Selanjutnya, siklus keenam dari Knowledge Management System adalah pembelajaran. Pada tahapan ini, pengetahuan kembali dikembangkan untuk keperluan perusahaan atau bisnis tersebut.

Di tahapan ini ada beberapa tindakan yang harus dilakukan. Mulai dari menghubungkan informasi, menggabungkan pengetahuan, sampai mengintegrasikan pengetahuan itu sendiri. Tentunya tahapan keenam ini wajib diikuti oleh semua pekerja di bisnis tersebut dengan baik.

7. Siklus Ketujuh: Improvisasi

Terakhir, siklus pada KMS yang ketujuh adalah improvisasi berbagai pengetahuan yang sudah coba diterapkan. Proses ini dilakukan untuk mencari tau cara yang paling sesuai untuk mengamankan bisnis perusahaan.

Kamu bisa melakukan improvisasi dengan mengutamakan penggunaan teknologi yang dinilai paling berhasil saat diterapkan di perusahaan. Dengan begitu, perusahaan dapat berkembang dan terus berbisnis di era ketatnya persaingan bisnis ini.

FAQ

Knowledge Management System atau sering disingkat KMS termasuk hal yang sangat perlu untuk diketahui oleh para pebisnis. Para pebisnis yang dapat memahami sistem KMS dengan baik, maka usahanya bisa lebih berkembang. Tentu hasil akhirnya adalah bisnis yang makin baik.

Sebenarnya dalam berbisnis memang ada banyak sekali hal yang perlu diperhatikan agar bisnis selalu berjalan dan tak kolaps. Namun hal paling penting untuk diperhatikan para pebisnis adalah manajemen bisnisnya. Sebab manajemen yang baik akan selalu menghasilkan bisnis yang lancar.

Ada banyak ilmu untuk mempelajari manajemen bisnis yang baik. Yang mana semua ilmu tersebut terhimpun dalam Knowledge Management System atau KMS tersebut. Kalau diri mu belum mengenal KMS dengan baik, kamu perlu simak artikel yang membahas KMS kali ini dengan baik.

Apa Saja Manfaat Yang Akan Didapatkan Dari Pemanfaatan KMS?

Ada banyak manfaat jika kamu menerapkan sistem KMS untuk perusahaan atau bisnis kamu. Misalnya saja KMS dapat membantu kamu meningkatkan kinerja pegawai, meningkatkan kolaborasi dengan sesama pegawai. Bahkan sistem KMS juga mampu mengoptimalkan kinerja bisnis.

Apa Jika Menerapkan KMS Bisnis Benar – Benar Bisa Bertahan?

Penerapan Knowledge Management System dapat membantu sebuah bisnis bertahan di era banyaknya persaingan bisnis. Dengan begitu, KMS akan memperkecil kemungkinan bangkrut sebuah bisnis akibat diterjang oleh pesaing bisnis tersebut.

Akhir Kata

Itu dia segala informasi mengenai Knowledge Management System yang wajib untuk kamu pahami dengan baik. Selamat menggunakan metode KMS untuk mempertahankan bisnis kamu.

KSDA Jateng adalah portal berita dan informasi terbaru Jateng. Situs ini memiliki visi untuk memberikan informasi yang akurat, terkini, dan bermanfaat bagi masyarakat Jateng.
Back to top button