Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan Lengkap Arti dan Makna

KSDA Jateng – Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan seringkali digunakan oleh pasangan yang ingin menikah dengan adat Jawa. Menurut kepercayaan orang Jawa, Weton dianggap sebagai cara yang valid untuk mengetahui watak seseorang.

Tidak hanya itu, Weton juga digunakan untuk meramalkan nasib dan masa depan. Tidak heran jika masyarakat Jawa banyak yang menggunakan hitungan weton Jawa untuk pernikahan. Bahkan hitungan weton ini juga digunakan untuk menghitung tanggal pernikahan.

Bagi kamu yang ingin tahu bagaimana hitungan weton Jawa untuk pernikahan, kamu bisa membaca artikel ini sampai tuntas. Disini kami juga akan menjelaskan tentang bagaimana cara menghitung weton dengan pasangan.

Penjelasan Tentang Apa Itu Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan

Hitungan weton jawa adalah metode perhitungan yang biasa digunakan dalam tradisi pernikahan yang ada di adat Jawa. Weton jawa ini melibatkan hari kelahiran kedua calon mempelai serta hari pasaran, wuku, dan Sasih pada kalender Jawa.

Hitungan weton jawa juga dipercaya bisa mempengaruhi keberuntungan kesuksesan serta kelancaran saat menjalankan kehidupan berumah tangga. Dalam hitungan weton jawa untuk pernikahan ada tiga komponen penting yang perlu dihitung yaitu:

Hari Pasaran

Hari pasaran merujuk pada satu dari lima hari yang ada dalam satu pasaran. Pasaran sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut satu minggu dalam hitungan Jawa. Pasaran Jawa terdiri dari Pon, Wage, Kliwon, Legi, atau Pahing.

Masing-masing hari pasaran dipercaya memiliki karakteristik kepribadian dan sifat tertentu yang bisa mempengaruhi nasib dan juga kehidupan seseorang. Inilah alasan mengapa banyak orang Jawa yang percaya teguh dengan hari pasaran.

1. Wuku

Wuku merupakan siklus waktu di dalam kalender Jawa yang terdiri dari 30 buku. Setiap wuku memiliki nama dan dipercaya memiliki energi atau kekuatan sendiri yang bisa mempengaruhi perjalanan hidup seseorang.

2. Sasih

Sasih merupakan bulan dalam kalender Jawa. Dalam satu tahun terdiri dari 12 Sasih. Setiap Sasih memiliki nama serta dianggap mempunyai pengaruh terhadap keberuntungan dan juga karakter seseorang.

Untuk bisa melakukan hitungan weton jawa untuk pernikahan harus dilakukan oleh seseorang yang ahli dalam tradisi pernikahan Jawa. Untuk bisa menghitung weton jawa koma, harus dilakukan perhitungan dan pengecekan tanggal kelahiran calon mempelai.

Kemudian dari hasil perhitungan tersebut nantinya akan ditemukan hari pasaran, wuku, dan Sasih yang cocok berdasarkan kombinasi di antara ketiga komponen tersebut.

Nantinya, tanggal pernikahan akan dipilih berdasarkan hasil dari hitungan weton jawa untuk pernikahan. Tujuannya agar proses pernikahan menjadi penuh makna dan diharapkan bisa membawa keberuntungan serta kesuksesan dalam pernikahan.

Hitungan weton ini memiliki makna dan simbol khusus. Dalam budaya Jawa pernikahan merupakan acara yang sangat sakral dan juga melibatkan banyak unsur spiritual.

Hitungan weton jawa ini juga digunakan untuk memastikan tanggal acara pernikahan. Tanggal pernikahan yang terpilih dianggap cocok sebagai tanggal yang sesuai dengan karakteristik serta nasib calon pengantin.

Dengan pemilihan tanggal berdasarkan hitungan weton jawa tersebut diharapkan kedua mempelai bisa mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan dalam pernikahan. Inilah mengapa hitungan weton jawa untuk pernikahan sangat penting.

Ada banyak sekali perbedaan pandangan dan interpretasi dalam penggunaan hitungan weton. Meskipun demikian, tradisi ini masih dijaga dan dipraktekkan oleh banyak masyarakat Jawa terutama mereka yang mempercayai weton.

Hingga saat ini masih banyak masyarakat Jawa yang menganggap weton sebagai bagian dari identitas budaya mereka. Penting diingat bahwa pemahaman dan penghormatan terhadap weton ini merupakan salah satu bentuk pelestarian keberagaman budaya.

Sejarah Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan

Asal usul hitungan weton jawa Sebenarnya masih diperdebatkan. Akan tetapi jika ditelusuri maka hitungan weton jawa ini akan kembali ke sistem kalender Hindu Budha.

Ajaran Hindu Budha yang masuk ke Jawa pada abad ke-8 masehi memperkenalkan budaya weton ke masyarakat Jawa. Kalender Hindu Budha tersebut lalu dipadukan dengan kepercayaan masyarakat Jawa sehingga terbentuklah sistem kalender Jawa yang unik.

Hitungan weton jawa untuk pernikahan memiliki makna dan simbol tersendiri. Hari pasaran, wuku, dan sasih yang dihitung dalam hitungan weton jawa untuk pernikahan dianggap memiliki pengaruh tersendiri.

Pengaruh tersebut meliputi pengaruh terhadap nasib, karakter, dan juga perjalanan hidup seseorang. Termasuk juga dengan perjalanan saat kehidupan pernikahan nanti.

Itulah mengapa banyak orang yang berasal dari Jawa menganggap tradisi hitungan weton adalah faktor yang penting. Hitungan weton jawa untuk pernikahan menjadi sangat dipertimbangkan untuk menentukan tanggal pernikahan yang baik.

Cara Mengetahui Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan

Umumnya menghitung weton jawa untuk pernikahan menggunakan neptu. Neptu merupakan istilah yang merujuk pada besarnya nilai hari pasaran. Istilah ini dihitung berdasarkan besaran nilai pada hari kelahiran seseorang.

Neptu sering dipakai saat mempelai ingin menghitung dan mengetahui kecocokan antar calon pasangan. Hari lahir seseorang dihitung menggunakan hari yang biasa kita pakai seperti hari Senin, Selasa, Rabu, dan seterusnya.

Sedangkan hari pasaran dalam perhitungan masyarakat Jawa merupakan hari Pon, Kliwon, Legi, Pahing, dan Wage. Untuk bisa mengetahui kecocokan antara dua pasangan, maka diperlukan penjumlahan antara hari pasaran Jawa dengan hari lahir.

Berikut adalah besaran nilai hari lahir:

Minggu bernilai 5
Senin bernilai 4
Selasa bernilai 3
Rabu bernilai 7
Kamis bernilai 8
Jumat bernilai 6
Sabtu bernilai 9

Berikut adalah besaran nilai berdasarkan hari pasaran Jawa

Wage bernilai 4
Kliwon bernilai 8
Legi bernilai 5
Pahing bernilai 9
Pon bernilai 7

Cara untuk menghitung weton berdasarkan neptu adalah sebagai berikut:

Berdasarkan nilai hari lahir dan hari pasaran Jawa, tentukan nilai masing-masing mempelai terlebih dahulu.
Kemudian selanjutnya jumlahkan hasil tersebut dengan hasil perhitungan pasangan.
Total dari penjumlahan besaran nilai kedua mempelai yang akan digunakan untuk menentukan kecocokan.

Contoh hitungan weton Jawa untuk pernikahan:

Calon mempelai pria lahir pada hari Kamis Wage
Calon mempelai wanita lahir pada hari Jumat Pon

Maka, berikut adalah hasil dari perhitungan weton kedua mempelai tersebut:

Mempelai pria lahir di hari Kamis Wage (8+4 = 12)
Mempelai wanita lahir di hari Jumat Pon (6+7 = 13)
Maka total perhitungan hari dari kedua mempelai adalah 12+13 = 25

Hasil Ramalan Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan

Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan seringkali digunakan oleh pasangan yang ingin menikah dengan adat Jawa. Menurut kepercayaan orang Jawa, Weton dianggap sebagai cara yang valid untuk mengetahui watak seseorang.

Tidak hanya itu, Weton juga digunakan untuk meramalkan nasib dan masa depan. Tidak heran jika masyarakat Jawa banyak yang menggunakan hitungan weton Jawa untuk pernikahan. Bahkan hitungan weton ini juga digunakan untuk menghitung tanggal pernikahan.

Bagi kamu yang ingin tahu bagaimana hitungan weton Jawa untuk pernikahan, kamu bisa membaca artikel ini sampai tuntas. Disini kami juga akan menjelaskan tentang bagaimana cara menghitung weton dengan pasangan.

Apabila total perhitungan hari kelahiran kedua mempelai sudah ditemukan, maka berikut adalah ramalan dari hasil perhitungan tersebut:

1. Ramalan Pegat dengan total 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36

Apabila hasil perhitungan dari weton kedua mempelai menghasilkan angka di weton Pegat, maka menurut ramalan pernikahan tersebut akan mendapat masalah.

Masalah-masalah tersebut bisa meliputi masalah ekonomi perselingkuhan, kekerasan, dan masalah lainnya yang bisa menyebabkan kedua pasangan bercerai. Kebanyakan mempelai yang percaya dengan weton jawa akan sebisa mungkin menghindari pasangan dengan hasil perhitungan Pegat.

2. Ramalan Ratu dengan total 2, 11, 20, 29

Apabila hasil perhitungan dari weton calon mempelai menghasilkan ramalan Ratu maka bisa dikatakan kedua calon merupakan takdir jodoh masing-masing. Ramalan Ratu menggambarkan bahwa nantinya dalam pernikahan kedua mempelai akan mendapatkan kehormatan.

Jika mendapatkan ramalan Ratu, pernikahan mempelai akan menghasilkan keluarga yang dihormati dan disegani oleh masyarakat sekitar. Banyak orang yang akan iri karena keharmonisan rumah tangga pasangan ini.

3. Ramalan Jodoh dengan total 3, 12, 21, 30

Seperti halnya dengan ramalan Ratu, ramalan jodoh juga menandakan pernikahan akan diberkahi. Kedua mempelai ditakdirkan berjodoh dan bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Dengan demikian pasangan dengan weton ramalan jodoh diharapkan bisa damai dan rukun sampai tua. Jika kedua mempelai Jawa mendapatkan hasil ramalan ini, bisa dipastikan bahwa pernikahan akan diberkahi.

4. Ramalan Topo dengan total 4, 13, 22, 31

Jika kedua calon mempelai mendapatkan hasil ramalan tokoh maka diramalkan kedua mempelai tidak akan mendapatkan kebahagiaan di awal. Ibarat sedang bertapa, pasangan harus bisa mengendalikan diri sebelum mendapatkan keberkahan.

Jika kedua mempelai mampu melewati masa-masa ini maka mempelai akan bisa bahagia di akhir. Namun apabila kedua mempelai tidak bisa mengendalikan diri maka pernikahan tersebut bisa berakhir di pertengahan jalan.

5. Ramalan Tinari dengan total 5, 14, 23, 32

Jika dari hasil perhitungan weton kedua mempelai menghasilkan ramalan tinari maka kedua mempelai akan mendapatkan kesenangan di pernikahan.

Tinari sendiri berarti bahagia. Sehingga pasangan yang mendapatkan hasil tinari maka pasangan tersebut bisa lebih mudah dalam mencari rezeki dan juga keberuntungan.

6. Ramalan Padu dengan total 6, 15, 24, 33

Jika hasil dari perhitungan adalah ramalan padu, maka pernikahan kedua mempelai akan penuh dengan pertengkaran. Padu sendiri diambil dari kata adu yang berarti bertikai.

Pasangan yang mendapatkan hasil perhitungan padu maka biasanya akan diramalkan sering mengalami percekcokan dan pertengkaran. Namun demikian, ini biasanya hanya dilakukan karena hal sepele. Oleh karena itu ramalan padu digambarkan tidak sampai ke perceraian.

7. Ramalan Sujanan dengan total 7, 16, 25, 34

Saat kedua mempelai mendapatkan hasil perhitungan weton ramalan sujanan, maka kedua mempelai digambarkan akan mengalami pertengkaran yang hebat. Meskipun di awal rumah tangga mereka masih damai namun nantinya akan ada sebuah pertengkaran yang besar.

Pertengkaran ini bisa jadi dikarenakan perselingkuhan. Perselingkuhan tersebut bisa dimulai dari pihak perempuan maupun laki-laki.

8. Ramalan Pesthi dengan total 8, 17, 26, 35

Jika hasil perhitungan memberikan ramalan Pesthi, maka pernikahan kedua mempelai akan diberkati. Hal ini dikarenakan ramalan ini merujuk pada pernikahan yang tentram damai, dan rukun.

Meskipun nantinya akan ada masalah yang muncul namun masalah tersebut bisa dilalui oleh kedua mempelai. Sehingga masalah tersebut tidak akan merusak keharmonisan rumah tangga.

10. Mengetahui Watak Seseorang Dari Weton Jawa

Berikut adalah beberapa komponen yang bisa digunakan untuk mengetahui watak seseorang termasuk calon pasangan:

Dina, Pasaran
Windu, Lambang
Warsa
Wuku
Môngsô
Sadwårå/Paringkêlan
Haståwårå/Padewan
Sångåwårå/Padangon
Saptåwårå/Pancasuda
Rakam
Paarasan

Agar bisa menghitung dan mengetahui watak seseorang berdasarkan komponen di atas, kamu bisa mengunjungi situ berikut:

Nama situs
Ki Demang
Link situs
Disini

Perlu diingat, weton jawa hanyalah suatu kepercayaan maupun keyakinan dalam budaya Jawa. Sehingga ramalan atau perhitungan weton bukanlah suatu kebenaran yang pasti tentang karakter seseorang.

Setiap manusia bisa memiliki karakter unik yang tidak mengikuti pola atau tafsir dari weton jawa. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan perhitungan weton jawa sebagai referensi saja.

Hindari menggeneralisasi karakter seseorang hanya berdasarkan weton jawa saja. Karena untuk mengenal karakter seseorang akan dipengaruhi oleh banyak hal.

FAQ Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan

Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan seringkali digunakan oleh pasangan yang ingin menikah dengan adat Jawa. Menurut kepercayaan orang Jawa, Weton dianggap sebagai cara yang valid untuk mengetahui watak seseorang.

Tidak hanya itu, Weton juga digunakan untuk meramalkan nasib dan masa depan. Tidak heran jika masyarakat Jawa banyak yang menggunakan hitungan weton Jawa untuk pernikahan. Bahkan hitungan weton ini juga digunakan untuk menghitung tanggal pernikahan.

Bagi kamu yang ingin tahu bagaimana hitungan weton Jawa untuk pernikahan, kamu bisa membaca artikel ini sampai tuntas. Disini kami juga akan menjelaskan tentang bagaimana cara menghitung weton dengan pasangan.

Apakah Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan Adalah Kebenaran Valid?

Sebaiknya gunakan hitung jawa weton untuk pernikahan sebagai referensi saja. Namun jika pihak mempelai adalah mempelai yang sangat kental dengan tradisi Jawa, hitung jawa weton bisa menjadi pertimbangan yang kuat.

Bagaimana Cara Melakukan Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan?

Pertama-tama, jumlahkan angka hari Masehi dan hari Jawa dari masing-masing mempelai. Kemudian jika hasil penjumlahan tersebut sudah ditemukan, maka penjumlahan kedua mempelai digabungkan. Hasil akhir dari penjumlahan keduanya merupakan weton pernikahan.

Apa Itu Weton Jawa?

Weton merupakan hitungan dalam adat Jawa yang biasa digunakan tradisi pernikahan di dalam adat Jawa. Weton akan melibatkan hari kelahiran kedua calon mempelai yang nantinya akan diramalkan bagaimana kehidupan pernikahan calon mempelai setelah menikah.

Akhir Kata

Hitung jawa Weton untuk pernikahan dipercaya sebagai salah satu adat yang harus dilakukan oleh masyarakat Jawa. Ramalan dari hitungan weton jawa dianggap bisa menggambarkan kehidupan calon mempelai dalam menjalani rumah tangga.

KSDA Jateng adalah portal berita dan informasi terbaru Jateng. Situs ini memiliki visi untuk memberikan informasi yang akurat, terkini, dan bermanfaat bagi masyarakat Jateng.
Back to top button